Tempat Wisata Rohani Kristen di Indonesia

Tempat Wisata Rohani Kristen di Indonesia

Tempat Wisata Rohani Kristen di Indonesia 1024 498 Jesandy

Salah satu aktifitas terkini yang paling banyak diminati adalah Travel, terutama berwisata Rohani. Selain bertujuan untuk refreshing dari rutinitas, tentu saja dapat memperdalam iman kita sebagai Umat Kristen serta menambah wawasan atau informasi tentang sejarah Kekristenan itu sendiri. Tetapi banyak pendapat di luar sana yang hanya menganggap Wisata Rohani yang bagus hanya ke Yerusalem, Israel, Italia atau Eropa. Tahukah Anda ternyata ada banyak Tempat Wisata Rohani Kristen di Indonesia yang sangat menarik untuk dikunjungi dan membuat musim liburan Anda bersama keluarga atau teman semakin tak terlupakan. Berikut daftarnya:

Patung Tuhan Yesus Memberkati, Toraja

Patung Tuhan Yesus Memberkati di Buntu Burake, Toraja, merupakan Patung Tuhan Yesus Tertinggi di Dunia loh! mengalahkan Patung Christ the Redeemer di Brazil jika dihitung ketinggian dari permukaan laut. Untuk mencapai patung ini para paziarah harus melewati 7.777 anak tangga. Patung ini dilengkapi dengan fasilitas ampitheater untuk gedung pertunjukan dan konser.

Patung yang menghabiskan dana sebesar Rp. 30 Miliar dibuat oleh seniman asal Yogyakarta bernama Supriadi, dibantu dengan tim pengecor perunggu yang dipimpin oleh Wardoyo Suwart. Patung yang diharapkan akan menarik banyak wisatawan ini diinisiasi langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. Total ketinggian adalah 40 meter yang terdiri dari tinggi landasan 17 meter dan patung Yesus 23 meter. Raihan angka tersebut bisa membuatnya menjadi monumen Yesus terbaru sebagai patung tertinggi di dunia untuk saat ini (2018). Dan dari Buntu Burake memiliki panorama yang luar biasa, pengunjung dapat menikmati tempat wisata rohani kristen di Indonesia dengan pemandangan kota Malake dan indahnya gunung-gunung yang mengelilingi Toraja.

Gereja Blenduk, Semarang

Berlokasi di Jalan Letjend Suprapto, Semarang, Gereja Blenduk ini memiliki sebuah kubah besar dan dilapisi dengan tembaga. Bangunan dari gereja ini sendiri, bergaya Neo-Klasik. dan memiliki arti dalam bahasa Jawa, yaitu ‘Membulat’ karena kensep kubah dari Gereja ini membentuk menyerupai bulatan dengan seisi ruangan di dalam Gereja memiliki design interior yang megah dan mewah layaknya istana kerajaan. Gereja yang merupakan salah satu peninggalan Belanda ini sudah ada sejak tahun 1753 yang lalu. dan telah menjadi salah satu tempat wisata rohani kristen di Indonesia dan icon landmark yang berada di Kota Lama Semarang.

Bukit Doa Tomohon, Sulawesi Utara

Kawasan Bukit Doa Tomohon dikenal oleh masyarakat manado dengan beberapa sebutan: Bukit Kelong, Bukit Doa Mahawu, Jalan Salib Mahawu dan Prayer Hill of Tomohon. Bukit Doa Tomohon merupakan salah satu tempat wisata rohani kristen di Indonesia yang digemari tidak saja kaum Kristiani tetapi juga lintas agama, karena selain sebagai lokasi ibadah umat, lokasi yang sangat luas, keindahan alam, sejuk dan bersih, juga memiliki outbound dan tempat piknik keluarga. Terletak di kawasan Tomohon, di kaki gunung Mahawu, Sulawesi Utara atau sekitar maksimum 60 menit perjalanan dari Kota Manado telah menjadi tempat favorit wisatawan yang ingin melihat merasakan kawasan pegunungan dan melihat pemandagann kota dari atas.

Sumur Kitiran Mas, Kaliurang, Yogyakarta

Bagi umat yang ingin berziarah rohani di Yogyakarta, ada alternatif tempat ziarah yang layak untuk dikunjungi yaitu Sumur Kitiran Mas yang berada di dalam Gereja St. Maria Assumpta di Paroki Pakem, Kaliurang. Keistimewaan Sumur ini karena sumur ini berada di dalam Gereja, dan berada hanya beberapa meter dari Altar Gereja!

Sejarah Sumur ini berasal dari jambangan berisi air di bawah patung Bunda Maria dan digunakan dengan tujuan agar tercipta suasana sejuk pada orang yang berdoa. Namun banyak umat yang kemudian meminum air tersebut setelah berdoa, sehingga terciptalah suatu tradisi meminum air tersebut. Di dalam gereja sendiri terdapat 2 sumur yang berasal dari mata air yang sama yang satu kecil dan yang lainnya besar. Tidak ada salahnya jika Anda berada di Jogja, mendatangi sumur kitiran mas di gereja Maria Assumpta Pakem, suasana hening, teduh, dan pemandangan unik sumur akan menambah pengalaman mengunjungi tempat wisata rohani kristen di Indonesia yang unik dan sangat mengesankan.

Prasasti Salib Besar, Manokwari

Pulau Mansinam di Manokwari, Papua Barat menjadi tempat bersejarah bagi rakyat Papua dan tempat wisata rohani kristen di Indonesia. Sebab, di pulau inilah pertama kalinya ajaran Injil disebarkan oleh dua pendeta asal jerman, Carl William dan Goltlob Geisller (Ottow dan Geisller) pada abad 19.

Ada peristiwa menarik, sebelum tiba di Pulau Mansinam, Ottow dan Geisller lebih dulu masuk ke Indonesia melalui Jakarta (Batavia) dan kemudian pada tahun 1854, mereka tiba di Ternate untuk belajar bahasa melayu serta mengkaji informasi tentang Papua. Mereka kemudian menerima surat jalan dari Sultan Tidore yang merupakan salah satu kerajaan Islam di nusantara, dan bahkan memerintahkan kepada para kepala suku untuk melindungi dan menolong mereka jika mereka kekurangan makanan. Pada awal tahun 1855 bertolaklah mereka dari Dermaga Ternate, menumpang Kapal menuju Pulau tujuan mereka Mansinam, dan berlabuh di teluk Doreri. Peristiwa inilah yang menjadi nilai toleransi antara umat muslim dan kristiani saat itu. Sehingga Pulau Mansinam menjadi simbol harmoni dan toleransi umat beragama yang sudah dibangun sejak dulu.

Dari tanah pertama, Ottow dan Geisller injakkan kaki di Pulah Mansinam, dibangunlah sebuah prasasti sebagai simbol kedatangan. Di lokasi ini terdapat sebuah Prasasti Salib besar setinggi kurang lebih 6 meter. Di belakangnya terdapat relief gambar-gambar yang menceritakan soal kedatangan mereka yang disambut oleh warga setempat.

Gereja Ayam, Magelang

Masih ingat dengan film AADC 2 (Ada Apa dengan Cinta 2) yang dibintangi oleh Dian Sastro (Cinta) dan Nicholas Saputra (Rangga), pasti sudah tahu bahwa Gereja Ayam di Magelang dijadikan sebagai lokasi dalam film yang telah merebut 1 juta penonton hanya dalam 5 hari!

Gereja ini didirikan oleh Daniel Alamsjah, dan ternyata menurut beliau bahwa bangunan tersebut bukan berbentuk Ayam, tapi burung Merpati!! Daniel pun bercerita tentang alasan ia mendirikan Gereja, awalnya Daniel mendapatkan pesan dari Tuhan untuk membangun sebuah rumah ibadah dengan bentuk burung merpati. Karena Daniel beragama Kristen, banyak yang mengira ia membangun sebuah gereja. Ia menegaskan bahwa bangunan itu bukanlah gereja. Tapi, sebuah rumah doa bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Tahun 1989 saat melakukan perjalanan Magelang, Daniel memperoleh ilham dari mimpinya. Ia melihat pemandangan indah di perbukitan yang sama persis dengan mimpinya. Ia pun berdoa sepanjang malam di sana dan mendapat wahyu dari Tuhan bahwa ia harus membangun rumah doa di tempat itu. Setahun kemudian, Daniel membeli lahan dari warga setempat seluas 3000 meter persegi dengan cicilan harga sekitar Rp 2 juta hingga akhirnya lunas dalam waktu empat tahun.

Sayangnya, bangunan itu tidak selesai dengan sempurna karena keterbatasan dana, juga pertentangan dari warga sekitar. Makanya, Gereja Ayam kondisinya tidak terawat. Dinding-dindingnya yang nggak tertutup cat terus mengelupas termakan cuaca, juga dikotori oleh ulah vandalisme orang-orang di sekitarnya. Tetapi walaupun Gereja Ayam sudah terbengkalai, tapi bangunan ini masih berdiri dengan megahnya. Banyak orang mengunjungi Gereja Ayam karena tertarik akan keindahan dan keunikannya. Tidak banyak dari mereka yang menggunakan tempat ini sebagai lokasi untuk hunting foto

Graha Maria Annai Velangkanni, Medan, Sumatera Utara

Salah satu Gereja Katolik warga India yang berada di Medan, ini memiliki desain dan interior yang sangat unik dan menarik sekali untuk dikunjungi serta menarik untuk dijadikan destinasi tempat wisata rohani kristen di Indonesia. Letak keunikan itu sendiri adalah, jika diperhatikan Gereja Graha Maria Annai Velangkanni ini lebih menyerupai kuil Vihara umat Buddha, ketimbang sebuah Gereja.

Gereja Grha Maria Annai Velangkanni ini terbuka bagi siapapun, bahkan bagi para wisatawan yang hanya ingin melihat arsitek bangunan dan interior gereja. Lokasinya pun strategis, sehingga memudahkan akses transportasi. Dan yang lebih penting tidak ada biaya apapun di sini. Para wisatawan juga dapat mengambil foto di bagian manapun, termasuk di tempat sembahyang. Pada dinding-dinding gereja, terdapat relief-relief yang menceritakan peristiwa penyaliban Yesus Kristus. Bangunan ini terdiri dari dua tingkat, tingkat pertama adalah aula, tempat untuk beribadah, dan di tingkat kedua, terdapat patung Annai Velangkanni dan puteranya, yang didatangkan langsung dari India. Area parkirnya pun luas dan bersih, sehingga terkesan nyaman. Saat anda memasuki gereja ini, suasana tenang pun langsung terasa, sehingga dapat berdoa dengan hikmat. Berlokasi di Taman Sakura Indah, Jalan Bunga Sakura III No. 10, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. Tempat ini tentu tak boleh terlewatkan.

Larantuka, Kota Seribu Kapel, Flores

Siapa yang tidak mengenal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang selalu identik dengan tujuan-tujuan wisata seperti Pulau Komodo, Pulau Sumba, Maumere, Pulau Alor, ataupun Pulau Rote. Sederet nama-nama yang sering menjadi incaran para pemburu pantai ataupun ombak. Sayangnya, wisata di NTT hanya banyak dikenal di bagian barat wilayah kepulauan ini. Padahal, pada bagian timur pulau terdapat lokasi menarik yang belum banyak diketahui wisatawan salah satunya Larantuka, Flores Timur, tradisi keagamaan di tempat ini dikenal sebagai tempat wisata rohani kristen di Indonesia favorit.

Sebutan Kota Seribu Kapel tampaknya layak diberikan kepada wilayah ini, karena di Larantuka setiap kaki melangkah akan ditemui banyak kapel. Jika kita berada di sekitaran taman kota yang memanjang sepanjang garis pantai, Anda akan melihat beberapa altar di depan kapel-kapel itu.

Semana Santa atau hari-hari penuh doa atau pekan suci jelang perayaan Paskah, membuat Larantuka jadi misi utama tempat ibadah umat Katolik. Tak hanya dari Indonesia, namun wisatawan luar negeri pun banyak yang mengincar Larantuka sebagai tempat untuk mendapatkan pengalaman rohani. Bagaimana tidak, di Larantuka terdapat tradisi-tradisi peringatan kematian dan kebangkitan Yesus yang tidak dimiliki kota-kota lain. Kota yang penuh dengan peninggalan Portugis ini mempunyai tradisi trewa dan juga prosesi arak-arakan laut yang tidak ada di tempat lain.

Salib Kasih, Siatas Barita, Tarutung, Sumatera Utara

Salib Kasih, Siatas Barita adalah sebuah tempat wisata rohani kristen di Indonesia yang dibuat untuk mengenang jasa missionaris agama Kristen yang berasal dari Jerman DR.Ingwer Ludwig Nommensen (hampir dibunuh di sana karena menyebarkan agama Kristen) memulai missinya di tanah Batak, dan merupakan tempat DR.IL Nommensen untuk memandang ke arah Rura Silindung dibawahnya. Salib Kasih ini terletak di Dolok (Bukit) Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Salib Kasih memiliki ketinggian 31 meter dan pembangunannya di mulai sejak tahun 1993 oleh pemerintah daerah kabupaten Tapanuli Utara. Hingga saat ini pembangunan terus dilakukan, salah satu program dari pemkab Taput adalah membangun patung Tuhan Yesus setinggi 43 meter diseberang Salib Kasih. Berjalan kaki menggunakan tangga adalah satu-satunya akses untuk mencapai Salib Kasih, Tetapi di sepanjang perjalanan tersebut anda akan dimanjakan panorama alam yang begitu menarik ditambah view eksotis Rura Silindung. Di sisi kiri jalan saat menaiki tangga, anda akan melihat ratusan bentuk kenang-kenangan dari para pengunjung yang sudah pernah mendatangi tempat ini, kenang-kenangan tersebut biasanya berbentuk batu atau kayu yang diukir.

Gereja Sion, Jakarta

Satu lagi lokasi wisata religi sekaligus wisata sejarah yang ada di Jakarta. Gereja Sion. Salah satu gereja Tertua di Jakarta, atau lebih dari 300 Tahun, masih berdiri kokoh serta berfungsi sebagaimana mestinya sebuah rumah ibadah bagi jemaat dan salah satu tempat wisata rohani kristen di Indonesia. Usianya yang sudah mencapai ratusan tahun tersebut, seakan menjadi saksi bisu yang mewarnai perjuangan bangsa Indonesia di kota Batavia, atau yang sekarang menjadi kota Jakarta.

Gereja dengan arsitektur bergaya Eropa ini merupakan gereja peninggalan bangsa Portugis, yang selesai dibangun pada tahun 1695. Kemudian baru diresmikan pada 23 Oktober 1695 dengan pemberkatan oleh Pendeta Theodorus Zas. Proses bangunan gereja memakan waktu sekitar dua tahun lamanya, dengan peletakan batu pertama pada 19 Oktober 1693 oleh Pieter Van Hoorn. Cerita selengkapnya tertuang pada sebuah papan peringatan dalam bahasa Belanda yang sampai saat ini masih bisa dilihat oleh setiap pengunjung. Gereja ini dulunya dinamakan sebagai Portugese Buitenkerk, yang artinya “gereja Portugis di luar” (tembok kota), di tahun 1693. Sebab, dulu di dekat Jayakarta ada benteng Batavia yang sangat besar, dan di dalam tembok itu masih ada gereja Portugis yang dikuasai Belanda.

Jadi dulunya, di luar tembok itu para tawanan VOC yang menahan Portugis merasa membutuhkan gereja untuk tempat beribadah. Karena sebelum adanya gereja mereka hanya berdoa di sebuah pondok kecil dan sudah tidak mampu digunakan lagi.

Source:
CNN Indonesia
Tribunews
Blogspot
Wikipedia
DetikTravel

Jesandy

"Jesus Believer, Founder of beBright Event, CEO of SEOLangit.com, Digital Marketers, Brand Marketing Consultant, Game Reviewer, @zadewagaming contributors, Traveler, Movie Freaks, Pizza Lovers, SEO Specialist, Webmaster and Drupal Enthusiast"

All stories by: Jesandy
1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.