Tokoh Pejuang Kemerdekaan dan Pahlawan Kristen

#NKRIHARGAMATI

Tokoh Pejuang Kemerdekaan dan Pahlawan Kristen

1024 535 Jesandy

Tokoh Pejuang Kemerdekaan dan Pahlawan Kristen – Bulan Agustus lalu kita baru saja merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Dan genap 72 tahun sudah negara kita mencapai kemerdekaan, yang tentu saja diperlukan proses panjang untuk mencapainya.

Apabila kita boleh sedikit mundur, sebenarnya ada perbedaan mendasar bentuk perjuangan sebelum awal abad 20 dan sesudahnya. Pada awalnya lebih mengorbankan peperangan fisik dan bersifat separatis – kedaerahan, seperti perjuangan Pangeran Diponegoro, Sultah Hasanuddin, Cut Nyak Dien, dsb. Dan kemudian kalau kita teliti lagi pada periode sesudahnya, lahir tokoh kemerdekaan yang lebih mengedepankan faktor intelektual, strategi dan politik taktis dengan visi bersatu untuk kemerdekaan. Dan tentu saja di masa-masa tersebut terdapat beberapa tokoh pejuang pengikut Kristus yang juga berkorban waktu, tenaga serta pemikirannya untuk turut serta berjuang demi cita-cita bersama.

Pada periode sesudahnya, lahir tokoh-tokoh kemerdekaan yang lebih mengedepankan faktor intelektual, strategi dan politik taktis dengan visi bersatu untuk kemerdekaan didalam satu bangsa

Pada Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 contohnya, terdapat wakil dari daerah Ambon dan salah satu tokoh Kristen bernama Jo Leimena. Lulusan Ambonschool dengan kepintaran diatas rata-rata dan pada kongres tersebut memimpin wakil-wakilnya dari Jong Ambon. Perlu dicatat Jo Leimena pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan dan salah satu kepercayaan Soekarno dengan menjadi Wakil Perdana Menteri kemudian menjadi Gubernur Republik pertama di Maluku.

Dari daerah Minahasa, nama Sam Ratulangie adalah nama penting dalam sejarah. Dia ikut pergerakan nasional sejak muda dan jadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) bersama M.H. Thamrin dan Sutardjo Kartodihadikusumo rajin menentang kebijakan pemerintah kolonial yang terlalu memihak Belanda. G.S.S.J Ratulangie juga merupakan Gubernur Sulawesi pertama dan pada tanggal 19 Agustus 1945, beliau mengumumkaan secara resmi kemerdekaan republik Indonesia di depan rakyat Sulawesi.

Lalu ada nama Todung Sutan Gunung Mulia dan Amir Syarifuddin yang tak bisa lepas dari pergerakan nasional. Gunung Mulia semula seorang guru yang pernah kuliah di Belanda. Pada 1935, dia menjadi anggota Volksraad. Mulia yang bermarga Harahap dan pernah menjadi menteri itu, masih sepupu dengan Amir Syarifuddin yang juga anggota Jong Batak ketika Kongres Pemuda 1928. Amir yang sebelumnya bukan beragama kristen ini adalah Bendahara Kongres Pemuda saat itu serta perdana menteri periode tahun 1947-48. Tetapi Setelah Peristiwa Madiun 1948, Amir Sjarifuddin yang juga sebagai salah seorang tokoh PKI, dituduh melakukan kudeta oleh pemerintah kemudian ditangkap di Yogyakarta dan ditembak mati.

Seperti halnya Raja Daud, yang begitu dihormati sejak masa mudanya, Slamet Riyadi masih belia saat menjadi Komandan Batalyon untuk memimpin pengepungan markas Kenpetai (Polisi Militer Jepang) di Solo

Kemudian siapa yang tak mengenal sosok Slamet Riyadi, adalah seorang Tokoh Pejuang Kemerdekaan, beragama Katolik dengan nama baptis Ignatius di depan namanya. Seperti halnya Raja Daud, yang begitu dihormati sejak masa mudanya, Slamet Riyadi masih belia saat menjadi Komandan Batalyon untuk memimpin pengepungan markas Kenpetai (Polisi Militer Jepang) di Solo. Dia dikenal sangat cerdik sebagai komandan gerilya dan belakangan gugur dalam menumpas RMS untuk mempertahankan kemerdekaan

Kalau kita melihat lembaran uang keluaran 2017 ada sosok yang agak asing yaitu Frans Seda dari Indonesia Timur. Frans Seda yang niatnya awalnya ke Jawa adalah bersekolah kemudian ikut dalam perang dan di masa revolusi beliau ikut bergerilya melawan Belanda dengan bergabung dengan laskar perjuangan Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS). Setelah revolusi, di tahun 1950, Frans ikut serta dalam panitia pembubaran Negara Jawa Timur. Setelahnya Frans pernah jadi menteri dan diangkat menjadi Pahlawan Nasional.

Patut Bersyukur

Tercatat dari 168 Pahlawan Nasional, setidaknya sekitar 17 persennya beragama non Muslim. Republik Indonesia memang seyogyanya dibangun lebih dari satu keyakinan. Itu pula alasan mengapa sila pertama lebih netral dan tidak terpaku pada agama terbesar. Seperti diketahui, sejak semula piagam jakarta yang merupakan embrio Pancasila, memuat isi bagian “berdasarkan Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Bagian ini telah mendorong tokoh pejuang kemerdekaan Nasionalis, non muslim termasuk tokoh Kristen mengajukan keberatannya. Singkat kata Moh. Hatta setuju dan bersama Soekarno membawa hal ini ke PPKI demi aspirasi dari saudara minoritas. Tentu saja apresiasi penulis bagi umat Islam yang nasionalis dan terbuka hati demi persatuan Indonesia, dan semestinya memang kita harus bersyukur untuk campur tangan Tuhan dalam proses perumusan ini, dimana PPKI yang awalnya menolak dan akhirnya memutuskan merubahnya menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”

Masih banyak sebenarnya Tokoh Pejuang Kemerdekaan dan pahlawan Kristen yang ikut andil demi merebut serta mempertahankan kemerdekaan. Kita patut bersyukur sebagai bangsa, karena tidak hanya kemerdekaan yang diberikan, tetapi Tuhan juga menganugerahkan lewat perjuangan mereka, Pancasila dan UUD 45. Pancasila tidak hanya sebagai icon ideologi semata, tapi dari sejak awal telah menjadi fondasi untuk memperkuat persatuan tanpa memandang perbedaan! Sebagai contoh kita bisa sama-sama melihat, banyak negara masih berperang sesama warganya hanya disebabkan karena perbedaan dua agama saja, atau perebutan kekuasaan dari satu atau dua ras yang berbeda. Bandingkan dengan bangsa Indonesia yang memiliki tujuh ratusan lebih suku yang tersebar dari Sabang sampai Marauke, lebih dari lima agama, dan berbagai macam kemajemukannya. Sudah menjadi tugas kita, pengikut Kristus generasi sekarang dan masa depan dalam Menjaga Kemerdekaan Indonesia serta Melestarikan nilai-nilai Persatuan Pancasila dari ancaman si pemecah belah bangsa, let’s do and action! NKRI HARGA MATI!! MERDEKA!!!

 

 

Referensi

tirto.id/pengikut-kristus-untuk-kemerdekaan-indonesia-bDjw
www.buletinpillar.org/ponder/perdana-menteri-indonesia-seorang-kristen-kalvinis
rubrikkristen.com/20-pahlawan-indonesia-beragama-kristen-terpopuler/
www.koranopini.com/tokoh/profil/6-tokoh-hebat-nasrani-inspiratif-di-indonesia
christiancitizenship.wordpress.com/category/l-tokoh-kristen-ri/

Jesandy

"Jesus Believer, Founder of beBright Event, CEO of SEOLangit.com, Digital Marketers, Brand Marketing Consultant, Game Reviewer, @zadewagaming contributors, Traveler, Movie Freaks, Pizza Lovers, SEO Specialist, Webmaster and Drupal Enthusiast"

All stories by: Jesandy

Leave a Reply

Your email address will not be published.